Pada kesempatan kali ini saya akan mengulas film-film bertemakan seputar kehidupan sehari-hari. Sebenarnya genre film seperti ini sudah tidak asing lagi bagi kita, memang dalam penyajiannya kurang menarik bila dibandingkan dengan film bergenre action yang penuh dengan adegan pemacu adrenalin,kelebihan film ini terletak pada peyajian ceritanya yang ringan karena kebanyakan kisahnya diangkat dari kehidupan sekitar kita dan problem-problem yang menyertainya sehingga banyak pesan moral dan pelajaran hidup yang bisa kita ambil, tidak seperti film-film drama yang mempermainkan emosi penontonnya dan terkadang belebihan dalam penyampaian alur ceritanya. Berikut adalah daftar filmya :
1. The Secret Life of Walter Mitty (2013)

Bercerita tentang Walte Mitty, seorang karyawan Majalah LIFE di bagian negative assets atau pengelola arsip klise foto.
Suatu hari majalah tersebut diakuisisi dan akan beralih menjadi majalah online, banyak karyawan yang terancam PHK, tak terkecuali Mitty. Dalam beberapa minggu semua orang sibuk menggarap penerbitan terakhir. Masalah muncul ketika Sean O’ Connel, fotografer outdoor professional mengirim paket klise negatif dan salah satunya akan menjadi sampul terbitan terakhir sebelum menjadi online.
Akan tetapi negatif yang dimaksud tidak ditemukan, dia berusaha mencari namun belum juga ditemukan bahkan didesak oleh manajer baru yang menyebalkan.
Akhirnya Mitty memutuskan untuk menemui Sean. Semua resiko mengejar Sean di penjuru dunia dilaluiya mulai dari Greenland, Islandia hingga bertemu
di Pegunugan Himalaya bagian Afganistan. Pada akhir film Mitty menyerahkan negatif nomor 25 yang dimaksud walaupun sudah di-PHK dan sempat berargumen dengan manajer baru , kemudian cetakan edisi terakhir pun terbit dan kejutan muncul… happy ending.
Pelajaran yang dapat diambil dari film ini adalah jangan ragu mengambil resiko, selama tindakan itu benar lakukan dengan berani dan penuh tanggung jawab.
2. Boyhood (2014)
Sesuai judulnya, film ini mengisahkan perjalanan kehidupan seoang anak laki-laki berrnama Mason yang melewati masa mudanya dengan permasalahan broken home, bullying, KDRT, kesulitan ekonomi. Film ini sebenarnya hanya memaparkan human-timelapse
tentang perjungan seorang bocah dalam mencari jatidirinya, dengan alur maju tanpa klimaks, hanya konflik yang berurutan. Namun dari setiap konflik dapat kita ambil hikmahya. Mulai dari perceraian kedua orantuanya, pindah rumah, diasuh orang tua tiri yang kejam, dibully di sekolah,
kenakalan-kenakalan remaja yang membuatnya tidak lagi polos dan memahami apa hidup itu sebenarnya, bermasalah di sekolah karena tidak mengumpulkan tugas dan tindakan indisipliener, hingga akhirnya lulus sma dan melanjutkan kuliah
Yang menarik dari film ini adalah konsep human-timelapsenya dengan menggunakan pemain yang sama untuk lini waktu cerita. Proses prroduksinya sendiri memakan waktu 12 tahun.
Pelajaran yang dapat diambil dari film ini adalah belajarlah dari pengalaman dan tabah dalam menghadapi cobaan, semua pengalaman hidup membuat kita semakin tahu dan semakin bijak dalam menyikapinya.