Rabu 19 Juli 2018
Safari Kopi
Kopi Stlerep
Stlerep adalah nama daerah perbukitan di antara Pegunungan Dieng dengan Gunung Sindoro. Perbukitan ini memiliki beberapa puncak diantaranya puncak Butak dan Sigandul. Tulisan ini tidak akan membahas tentang kegiatan pendakian, melainkan komoditas pertanian, yaitu kopi.
Stlerep termasuk dalam wilayah kecamatan Wonoboyo, Kabupaten Temanggung. Temanggung merupakan sentra kopi di Karesidenan Kedu disamping tetangganya Kabupaten Wonosobo. Lereng Gunung Sindoro, Sumbing, Pegunungan Dieng, dan Bukit Stlerep merupakan lahan yang ditanami arabika. Dataran rendahnya juga menghasilkan jenis robusta yang tidak kalah berkualitas.
Pembagian jenis kopi didasarkan pada letak geografis penanamannya disebut single origin. Rasa keingintahuan terhadap speciality coffee ini dan berbekal informasi seadanya dari internet, saya dan sahabat saya menyempatkan mengunjungi tempat Kopi Stlerep.
Setelah bertanya ke beberapa warga akhirnya sampai juga di tempat Bapak Supriyono, seorang pengusaha kopi dan pegiat konservasi. Beliau yang juga pengurus kelompok tani merupakan pengepul biji kopi dari petani serta membuka jasa roasting dan giling di rumahnya.
Beliau menyuguhkan kami kopi arabika dengan teknik seduh V60. Sembari menikmati suguhan ini beliau bercerita banyak tentang awal usaha pembudidayaan kopi di lereng perbukitan Stlerep. Keprihatinan beliau terhadap kesejahteraan petani menggugah hatinya untuk mengenalkan komoditas kopi sebagai bagian dari pemberdayaan masyarakat disamping tujuan konservasi lingkungan yang beliau perjuangkan.
Pengetahuan beliau tentang industri kopi memberikan gambaran kepada kami bahwa betapa tidak enaknya kopi sachet. Selain itu kenapa perkembangan riset perkopian tidak begitu baik, karena kurang dalam hal anggaran. Beliau membandingkan dengan pabrikan rokok besar yang mengganggarkan dana yang tidak sedikit untuk riset sehingga tidak heran mutu cenderung bertahankan atau stabil.
Niate mung mampir ngombe, malah dadi kuliah per-kopi-an, politik industri, dan kewirausahaan, hahaha..
Sebelum beranjak pulang, kami memutuskan untuk membeli produk kopi stlerep, hitung-hitung untuk mengisi persediaan kopi selama kuliah, saya membeli produk dari Pak Supri berupa kopi bubuk kemasan 100 gram. Beliau memasarkan produknya dengan merek dagang Stleco. Pilihan saya tertuju pada varian Arabika Honey, sedangkan teman saya memilih Robusta Lanang.
Beginilah wujud dari produk Stleco, Arabica Honey dengan kemasan alummunium foil flip pouch warna hitam doff dan Robusta peaberry dengan kemasan alumunium foil flip pouch warna karton
"Berbagi ilmu, khususnya dalam dunia usaha jangan takut tersaingi, kalaupun memang yang belajar dari kita jadi lebih maju, ya jangan iri, memang jatah kita segitu, rejeki sudah ada yang ngatur."
begitulah kurang lebih seperti itu pelajaran yang diberikan beliau.